Legenda Situs Ratu Boko

21 September 2020 11x Blog

Beranda » Blog » Legenda Situs Ratu Boko

Sejarah Singkat

Ratu Boko terletak sekitar 3 km kea rah selatan Candi Prambanan. Kawasan Ratu Boko yang berlokasi di atas sebuah bukit dengan ketinggian kurang lebih 197,97 meter diatas permukaan laut. Situs ini sebenernya bukanlah sebuah candi, melainkan reruntuhan sebuah kerjaan. Oleh karna itu situs ini sering disebut sebagai Kerajaan Ratu Boko. Menurut Legenda situs tersebut adalah istana Ratu Boko, ayah dari Rara Jonggrang. Diperkirakan situs ini telah berdiri sejak abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha, namun kemudian diambil alih oleh raja-raja Mataram Hindu. Peralihan pemilik tersebutlah yang membuat bangunan ini dipengaruhi oleh Hinsuisme dan Buddhisme.

Tempat ini ditemukan prasasti berangka 792 M yang dinamakan Prasasti Abhayagiriwihara. Isi prasarti tersebut mendasari dugaan bahwa Kraton ini dibangun oleh Rakai Panangkaran. Prasarti ditulis menggunakan huruf pranagariyang merupakan salah satu ciri prasasti Buddha. Kraton ini menempati lahan yang cukup luas dan terdiri dari beberapa kelompok bangunan, tapi sayang sebagian besar dari kraton ini hanya berupa reruntuhan.

Dulunya kerajaan ini menampung ratusan orang yang tinggal. Pada tahun 1950an, sebelum situs tersebut di duduki oleh Republik Indonesia, orang yang tingga disini hanya ada beberapa keluarga petani. Masalah yang dihadapi penduduk disini hanyalah kekurangan air.

Bila kamu masuk di istana ini melalui gerbang istana, kamu akan langsung menuju bagian tengah. Akan ada 2 gapura tinggi yang menyambut kamu. Gapura pertama memiliki 3 pintu sementara gapura kedua memiliki 5 pintu. Di agpura pertama kamu akan menemukan tulisan ‘Panabwara’ yang berasal dari prasasti Wanua Tengah. Tujuan penulisan nama adalah untuk melegitismasi kekuasaan sehingga memberi tanda bahwa bangunan ini adalah bangunan utama.

Sekitar 45 meter dari gapura kedua, kamu bisa menemukan bangunan candi yang berbahan dasar batu putih sehingga disebut Candu Batu Putih. Tak jauh dari situ kamu juga akan menemukan Candi Pembakaran. Candi ini berbentuk bujur sangkar dan memiliki 2 teras. Sesuai dengan namanyacandi itu digunakan untuk membakar jenazah. Selain cendi itu kamu juga akan menemukan batu berumpak dan kolam.

Rute dan Lokasi

Keraton Ratu Boko terletak di Gatak, Bokoharjo, Prambanan, Sleman. Dari arah Kota Jogja ambil jalur jalan Solo sampai tiba di lampu merah pertigaan pasar Prambanan. Kemudian belok ke kanan dan berjalan sekitar 3 kilometer. Setelah masuk di jalan ini, akan ada papan petunjuk yang mengarahkan ke Candi Ratu Boko.

Harga Tiket

Jika sebelumnya Kamu mengunjungi Candi Prambanan sebelum ke Keraton Ratu Boko, maka Kamu bisa membeli tiket terusan seharga Rp 40.000. kemudian Kamu bisa mengunjungi Keraton Ratu Boko dari Candi Prambanan dengan mengendarai Shuttle Bus. Tapi shuttle bus ini hanya tersedia sampai jam 4 sore saja. Jika teman-teman langsung datang ke Keraton Ratu Boko, maka tiket yang harus dibayarkan adalah Rp 40.000.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.